Rabu Pon,  19 Desember 2018 11:04 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

Desember, 2018
MSSR KJS
      1
2345678
9101112131415
161718 19202122
23242526272829
3031     

KRITIK DAN SARAN
21 April 2018
  iwayan budihartawan
  Penyaluran Bedah Rumah Yang Tepat
 
08 Februari 2018
  Alvin Perdana
  Pantai Kuta penuh sampah
 
01 Februari 2018
  I Gede Ardana
  Toilet di kantin ktr gubeenur bali
 
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
BERITA DETAIL
http://www.birohumas.baliprov.go.id/ - Rabu, 20 Desember 2017
Sekda Pemayun: Seleksi Lelang Jabatan Inspektur Prov. Bali, Sudah Sesuai Aturan
Dibaca: 398 Pengunjung


Oleh : I Ketut Yadnya Winarta

Adanya pemberitaan miring pada salah satu media cetak di Bali terkait proses seleksi lelang jabatan  Inspektur Provinsi Bali yang sudah akan memasuki tahap pengumuman hasil, yang menyatakan proses seleksi terdapat permainan dan salah satu calonnya terlibat pencurian mesin mobil, mendapat tanggapan serius dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun selaku Ketua Panitia Seleksi dengan mengadakan jumpa pers bersama para awak media di ruang media centre Kantor Gubernur Bali, selasa (19/12). Pada kesempatan itu, Cokorda Ngurah Pemayun menampik isi pemberitaan tersebut dengan menjelaskan segala lprosedur dalam proses seleksi lelang jabatan Inspektur Provinsi Bali sudah dilaksanakan sesuai ketentuan, sehingga tuduhan adanya penyimpangan menurutnya tidak benar adanya.


“Awalnya terdapat 5 orang calon pelamar, kemudian ada tambahan 3 orang sehingga total pelamar menjadi 8 orang. Ditengah perjalanan 1 orang pelamar mengundurkan diri, sehingga masih terdapat 7 orang pelamar. Ketujuh calon tersebutlah yang diuji oleh pansel dalam seluruh tahapan-tahapan yang harus dilalui diantaranya uji spesialisasi, uji kesehatan, assesment berupa penilaian asesor dimana 5 orang  dari total 7 orang asesor merupakan profesor, bukan orang main-main. Ada penilaian karya tulis tulis juga, berikutnya wawancara, dan terakhir penilaian rekam jejak, setelah itu baru diumumkan hasil penilaian. Semua tahapan sudah sesuai prosedu., Tidak ada yang bisa mengintervensi para asesor yang merupakan profesor. Jadi tuduhan itu tidak benar,” cetus Cokorda Pemayun seraya menyatakan tidak menyangka jawaban kelakar yang disampaikannya Senin (18/12) kemarin di Gedung DPRD Provinsi Bali berbuntut panjang. “Saat saya ditanya dengan kelakar tentang bau amis pada pansel, ya saya jawab dengan kelakar juga, saya katakan perasan nggak-lah. Mandi saja 3 kali dan pakai parpum. Saya kira cuma sebatas bercanda, ternyata malah panjang jadinya," imbuhnya.

Sementara itu, terkait adanya oknum yang menyebarkan informasi salah satu calon kandidat terlibat kasus pencurian yang mempengaruhi penilaian jejak rekam kandidat tersebut pun menurut Cokorda Pemayun tidak benar. Setelah mendapat informasi pemberitaan tersebut, Ia pun mengadakan penelusuran sebagai bentuk tanggung jawab tugas yang diemban, dan berdasarkan sms gelap berantai yang beredar didapatlah satu nama yang diindikasikan sebagai penyebar informasi. Orang yang diduga tersebut bernama I Gede Putu Setia Gunawan, PNS yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  Cokorda Pemayun pun menindaklanjuti hasil penelusurannya, dengan memanggil I Gede Putu Setia Gunawan untuk menghadap untuk selanjutnya mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.

I Gede Putu Setia Gunawan yang turut dihadirkan dalam jumpa pers pun menjelaskan bahwa berita yang beredar tidak benar adanya. “Saya benar-benar terkejut saat dipanggil Yth. Bapak Sekda, benar-benar tidak terekam diotak saya, karena saya merasa level hirarki saya jauh. Tapi setelah menghadap saya baru tahu permasalahannya terkait pemberitaan tersebut, kalau saya dibilang sebagai pemberi informasi salah satu kandidat terlibat pencurian. Itu tidak benar, saya tidak pernah memberikan informasi seperti itu. Silahkan masukin saya dikoran, tulis saja nama saya, jangan pakai inisial, biar yang mau berurusan dengan saya bisa nyari saya. Saya tidak tahu apa maksudnya, apa mungkin saya tidak dikasi maju mungkin. Saya berjanji, akan coba telusuri juga masalah ini,” ujar Setia Gunawan.
Cokorda Pemayun pun merasa perlu memanggil I Gede Putu Setia Gunawan, agar permasalahan yang ada tidak berkembang semakin melebar. “Dia pun saya wajibkan membuat surat pernyataan, agar ada bukti hitam diatas putih, ini penting, biar tidak ada permasalahan lagi dikemudian hari,” cetus Cokorda Pemayun seraya berjanji akan segera mengumumkan hasil penilaian pansel menunggu hasil pemeriksaan Gubernur Bali. “Bapak Gubernur pun tidak ada intervensi dalam pansel ini, dari awal beliau berpesan dan memerintahkan kepada kami untuk bekerja dengan baik dan melaksanakan pansel sesuai aturan,” pungkas Cokorda Pemayun.

Jumpa pers kala itu juga turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali I Ketut Rochineng dan perwakilan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali mewakili Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH yang berhalangan hadir karena gangguan kesehatan.

Adanya pemberitaan miring pada salah satu media cetak di Bali terkait proses seleksi lelang jabatan  Inspektur Provinsi Bali yang sudah akan memasuki tahap pengumuman hasil, yang menyatakan proses seleksi terdapat permainan dan salah satu calonnya terlibat pencurian mesin mobil, mendapat tanggapan serius dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun selaku Ketua Panitia Seleksi dengan mengadakan jumpa pers bersama para awak media di ruang media centre Kantor Gubernur Bali, selasa (19/12). Pada kesempatan itu, Cokorda Ngurah Pemayun menampik isi pemberitaan tersebut dengan menjelaskan segala lprosedur dalam proses seleksi lelang jabatan Inspektur Provinsi Bali sudah dilaksanakan sesuai ketentuan, sehingga tuduhan adanya penyimpangan menurutnya tidak benar adanya.
“Awalnya terdapat 5 orang calon pelamar, kemudian ada tambahan 3 orang sehingga total pelamar menjadi 8 orang. Ditengah perjalanan 1 orang pelamar mengundurkan diri, sehingga masih terdapat 7 orang pelamar. Ketujuh calon tersebutlah yang diuji oleh pansel dalam seluruh tahapan-tahapan yang harus dilalui diantaranya uji spesialisasi, uji kesehatan, assesment berupa penilaian asesor dimana 5 orang  dari total 7 orang asesor merupakan profesor, bukan orang main-main. Ada penilaian karya tulis tulis juga, berikutnya wawancara, dan terakhir penilaian rekam jejak, setelah itu baru diumumkan hasil penilaian. Semua tahapan sudah sesuai prosedu., Tidak ada yang bisa mengintervensi para asesor yang merupakan profesor. Jadi tuduhan itu tidak benar,” cetus Cokorda Pemayun seraya menyatakan tidak menyangka jawaban kelakar yang disampaikannya Senin (18/12) kemarin di Gedung DPRD Provinsi Bali berbuntut panjang. “Saat saya ditanya dengan kelakar tentang bau amis pada pansel, ya saya jawab dengan kelakar juga, saya katakan perasan nggak-lah. Mandi saja 3 kali dan pakai parpum. Saya kira cuma sebatas bercanda, ternyata malah panjang jadinya," imbuhnya.

Sementara itu, terkait adanya oknum yang menyebarkan informasi salah satu calon kandidat terlibat kasus pencurian yang mempengaruhi penilaian jejak rekam kandidat tersebut pun menurut Cokorda Pemayun tidak benar. Setelah mendapat informasi pemberitaan tersebut, Ia pun mengadakan penelusuran sebagai bentuk tanggung jawab tugas yang diemban, dan berdasarkan sms gelap berantai yang beredar didapatlah satu nama yang diindikasikan sebagai penyebar informasi. Orang yang diduga tersebut bernama I Gede Putu Setia Gunawan, PNS yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  Cokorda Pemayun pun menindaklanjuti hasil penelusurannya, dengan memanggil I Gede Putu Setia Gunawan untuk menghadap untuk selanjutnya mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.

I Gede Putu Setia Gunawan yang turut dihadirkan dalam jumpa pers pun menjelaskan bahwa berita yang beredar tidak benar adanya. “Saya benar-benar terkejut saat dipanggil Yth. Bapak Sekda, benar-benar tidak terekam diotak saya, karena saya merasa level hirarki saya jauh. Tapi setelah menghadap saya baru tahu permasalahannya terkait pemberitaan tersebut, kalau saya dibilang sebagai pemberi informasi salah satu kandidat terlibat pencurian. Itu tidak benar, saya tidak pernah memberikan informasi seperti itu. Silahkan masukin saya dikoran, tulis saja nama saya, jangan pakai inisial, biar yang mau berurusan dengan saya bisa nyari saya. Saya tidak tahu apa maksudnya, apa mungkin saya tidak dikasi maju mungkin. Saya berjanji, akan coba telusuri juga masalah ini,” ujar Setia Gunawan.

Cokorda Pemayun pun merasa perlu memanggil I Gede Putu Setia Gunawan, agar permasalahan yang ada tidak berkembang semakin melebar. “Dia pun saya wajibkan membuat surat pernyataan, agar ada bukti hitam diatas putih, ini penting, biar tidak ada permasalahan lagi dikemudian hari,” cetus Cokorda Pemayun seraya berjanji akan segera mengumumkan hasil penilaian pansel menunggu hasil pemeriksaan Gubernur Bali. “Bapak Gubernur pun tidak ada intervensi dalam pansel ini, dari awal beliau berpesan dan memerintahkan kepada kami untuk bekerja dengan baik dan melaksanakan pansel sesuai aturan,” pungkas Cokorda Pemayun.


Jumpa pers kala itu juga turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali I Ketut Rochineng dan perwakilan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali mewakili Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH yang berhalangan hadir karena gangguan kesehatan.


Dibaca: 398 Pengunjung


 
Berita Lainnya
19 Juli 2018 : Terima 30 Orang CPNS Kemendagri Lulusan IPDN, Sekda Dewa Indra Tekankan Jangan Bersikap Eksklusif
18 Juli 2018 : Gubernur Pastika : Perdalam Pemahaman Makna Upacara, Pertebal Sradha dan Bhakti Kehidupan Beragama Umat Hindu
18 Juli 2018 : KUNJUNGI SURABAYA, BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PROV. BALI MENGGANDENG AWAK MEDIA UNTUK MENGETAHUI PENGOLAHAN SAMPAH
17 Juli 2018 : Perlahan Penuhi Kuota Ideal, Kepala BPSDM Lantik Widyaiswara
17 Juli 2018 : Gubernur Pastika Ambil Sumpah 50 PNS di Lingkungan Pemprov Bali
Cari berita :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 333 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


6228389

Pengunjung hari ini : 267
Total pengunjung : 767122

Hits hari ini : 1465
Total Hits : 6228389

Pengunjung Online: 32


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.