Jumat Legi,  20 Juli 2018 16:58 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

Juli, 2018
MSSR KJS
1234567
891011121314
1516171819 2021
22232425262728
293031    

KRITIK DAN SARAN
21 April 2018
  iwayan budihartawan
  Penyaluran Bedah Rumah Yang Tepat
 
08 Februari 2018
  Alvin Perdana
  Pantai Kuta penuh sampah
 
01 Februari 2018
  I Gede Ardana
  Toilet di kantin ktr gubeenur bali
 
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
BERITA DETAIL
http://www.birohumas.baliprov.go.id/ - Selasa, 05 Desember 2017
Panen Perdana Padi Hibrida di Subak Tajen, Wagub Sudikerta Ajak Wujudkan Ketahanan Pangan Bali
Dibaca: 232 Pengunjung


Oleh : Biro Humas Setda Prov Bal

Pertanian merupakan bidang yang sangat penting dalam menunjang perekonomian daerah Bali. Bidang petanian menempati posisi kedua dalam menyumbang pendapatan daerah Provinsi Bali setelah pajak kendaraan bermotor. Pendapatan di bidang pertanian menyumbang pendapatan asli daerah sebesar 14,9 persen dari seluruh pendapatan Provinsi Bali. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat membuka Temu Lapang dan Gelar Teknologi Padi Hibrida dan Panen Perdana Padi Hibrida bertempat di Subak Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, (5/12).

Lebih lanjut Sudikerta menjelaskan, pertanian ini tidak bisa ditinggalkan, terlebih apabila terjadi sesuatu dengan dunia pariwisata seperti saat ini imbas dari situasi Gunung Agung, maka pertanian akan menjadi andalan Provinsi Bali. Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali dan semua pihak memiliki tanggung jawab mewujudkan ketahanan pangan khususnya di Bali, yang meliputi ketersediaan pangan, distribusi dan aksessibilitasnya.

Sejak bertahun-tahun lalu ketersediaan beras di Bali surplus, produksinya mencapai 850 ton beras pertahun. Sedangkan kebutuhan pokok beras hanya 400 ton per tahun. “Walaupun demikian, momentum ini sekaligus mengingatkan kita untuk melakukan penjagaan ketahanan pangan kita, terutama saat siaga bencana  Gunung Agung,” kata Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, infrastruktur juga harus menjadi perhatian, terutama irigasi saluran air yang bagus, peningkatan jalan-jalan produksi, penggunaan alat-alat berteknologi dan juga penggunaan bibit unggul guna peningkatan hasil secara maksimal. “Terimakasih Kepala Balai dan Kementerian Pertanian yang telah menyiapkan bibit unggul, teknologi pertanian, dan alat-alat panen berteknologi tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Moh Ismail Wahab mengatakan Indonesia sudah sejak tiga tahun ini sudah tidak mengimpor beras, ini berarti pemerintah telah mampu meningkatkan produksi beras sehingga bisa memenuhi kebutuhan beras sendiri. Pada Januari 2018 nanti, Indonesia akan mengundang FAO untuk mendeklarasikan swasembada beras Indonesia. Presiden RI Joko Widodo juga telah mencanangkan pertanian modern, hal ini sekaligus untuk menjawab keengganan generasi muda agar kembali menekuni bidang pertanian. Untuk itu, BBPT Padi sudah menyiapkan varietas unggul Padi Hibrida yang mampu menghasilkan padi kualitas tinggi.

Varietas unggul ini telah diterapkan di Subak Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Kepala Desa Tajen, Gusti Putu Sumerta Yasa melaporkan, panen padi di Subak Desa Tajen sebelumnya hanya mencapai 6-7 ton, namun saat ini setelah menerapkan bibit unggul Hibrida mampu menghasilkan 9-10 ton padi, dengan penerapan tujuh varietas bibit Hibrida dengan berbagai permodelan. Hal ini sangat menggembirakan bagi peningkatan pendapatan petani di Subak Tajen.

Selain itu kebiasaan petani yang membakar jerami usai panen, saat ini sudah tidak lagi membakarnya namun dibuat kompos yang sangat bermanfaat sebagai pupuk organik bagi sawah mereka. Perbandingan pendapatan menggunakan bibit biasa dengan bibit Hibrida selisih Rp10 juta per hektarnya, dan ini tentunya keuntungan menarik bagi masyarakat untuk kembali menekuni bidang pertanian. Diharapkan teknologi padi hibrida yang saat ini sudah diterapkan dapat juga diterapkan di daerah lain, sehingga secara umum akan meningkatkan produktifitas padi di Indonesia.


Dibaca: 232 Pengunjung


 
Berita Lainnya
19 Juli 2018 : Terima 30 Orang CPNS Kemendagri Lulusan IPDN, Sekda Dewa Indra Tekankan Jangan Bersikap Eksklusif
18 Juli 2018 : Gubernur Pastika : Perdalam Pemahaman Makna Upacara, Pertebal Sradha dan Bhakti Kehidupan Beragama Umat Hindu
18 Juli 2018 : KUNJUNGI SURABAYA, BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PROV. BALI MENGGANDENG AWAK MEDIA UNTUK MENGETAHUI PENGOLAHAN SAMPAH
17 Juli 2018 : Perlahan Penuhi Kuota Ideal, Kepala BPSDM Lantik Widyaiswara
17 Juli 2018 : Gubernur Pastika Ambil Sumpah 50 PNS di Lingkungan Pemprov Bali
Cari berita :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 307 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


5683308

Pengunjung hari ini : 520
Total pengunjung : 714107

Hits hari ini : 1878
Total Hits : 5683308

Pengunjung Online: 6


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.