Senin Pon,  28 Mei 2018 05:27 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

Mei, 2018
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27 28293031  

KRITIK DAN SARAN
21 April 2018
  iwayan budihartawan
  Penyaluran Bedah Rumah Yang Tepat
 
08 Februari 2018
  Alvin Perdana
  Pantai Kuta penuh sampah
 
01 Februari 2018
  I Gede Ardana
  Toilet di kantin ktr gubeenur bali
 
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
BERITA DETAIL
http://www.birohumas.baliprov.go.id/ - Senin, 27 November 2017
Gubernur Pastika Buka Sinode IV Keuskupan Denpasar -Harapkan Pemuka Agama Jadi Pembuka Jalan Pembentukan Iman Umat Yang Tangguh-
Dibaca: 140 Pengunjung


Oleh : Biro Humas Setda Prov Bal

Ditengah era kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, hampir seluruh agama tak terlebih umat Katholik menghadapi persoalan yang sama yakni tantangan kemajuan teknologi, dimana umatnya harus tetap bisa membangun iman yang kuat ditengah pengaruh kemudahan teknologi informasi yang juga memiliki sisi negatif. Oleh karena itu, para rohaniawan pemuka agama diharapkan bisa menjadi panutan dan pembuka jalan dalam pembentukan iman yang tangguh bagi para umatnya. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka Sidang Raya Umat Katolik (SINODE) ke-4 Keuskupan Denpasar di gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua, Minggu (26/11).

“Generasi muda para remaja saat ini ditengah kemajuan teknologi dan masyarakat kita yang majemuk sudah mulai bertanya, hampir seluruh agama menghadapi tantangan ini, mereka mulai bertanya apa perlu mereka beragama, apa gunanya agama. Oleh karena itu, disinilah peranan para pemuka agama untuk menjadi pembuka jalan bagi generasi muda dalam pembentukan iman yang tangguh sehingga mereka bisa mengikuti ajaran agama sebaik-baiknya,” cetus Pastika.

Lebih jauh, dalam sambutannya Gubernur Pastika, menyatakan Bali sedang mengalami proses transformasi sosial budaya, baik karena faktor internal dari dinamika kehidupan masyarakat Bali yang sudah bergerak cepat, yang sudah bercirikan speed, surprise, and suddenshfit maupun faktor eksternal. Fenomena ini tentu juga berpengaruh pada eksistensi umat beragama dan kualitas kerukunan hidup beragama. Berbagai nilai modernitas yang berkembang sangat berpotensi menimbulkan gangguan dan ancaman pada keharmonisan dan kerukunan masyarakat Bali. "Salah satunya diantaranya adalah sikap eklusif. Sikap ini harus dihindari karena akan menjauhkan seseorang atau kelompok, bahkan umat beragama dari lingkungan sosial," ujarnya.

Untuk itu, Gubernur Pastika menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Sinode karena sebagai wahana startegis untuk mengevaluasi program pembinaan umat yang telah dilaksanakan oleh Keuskupan Denpasar, sekaligus merumuskan program kedepan. Kemajuan pembangunan serta dinamika globalisasi, telah membawa berbagai dampak. Apalagi Bali, dengan berbagai kemajuan membawa konsekuensi semakin berkembang pula permasalahan umat. "Mari terus kita tumbuhkan budaya hidup menyama braya, budaya hidup bersaudara dalam perbedaan karena perbedaan itu jika dikelola dengan baik akan muncul harmoni, kedamaian dan kerukunan dan akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan," imbuhnya.

Sementara itu, Uskup Denpasar, Mgr. DR. Silvester Sun, Pr mengatakan umat Katolik di keuskupan Denpasar adalah kawanan kecil. Namun umat Katolik siap menghadapi era globalisasi dan mampu hidup dengan keanekaragaman, serta menciptakan persatuan dan kesatuan berdasarkan falsavah Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.

Ditambahkan  Ketua Panitia Sinode IV, Rm. Herman Yoseph Babey, Pr mengatakan, Sinode adalah panggilan Bapak Uskup Denpasar bagi seluruh umat Katolik untuk berjalan bersama dalam membangun gereja agar semakin berkualitas, berdaya pikat dan berdaya guna di tengah dunia. Ia pun menjelaskan Sinode IV diikuti oleh 125 orang peserta yang diantaranya berasal dari Imam, Biarawati, dan Umat, yang berlangsung selama lima hari mulai tanggal 25 s.d 30 Nopember 2017.  Tema yang diambil yakni ; Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri dan Mampu Bersaksi dalam Masyarakat yang Majemuk.


Dibaca: 140 Pengunjung


 
Berita Lainnya
26 Mei 2018 : Pemimpin Bali ke Depan Harus Berani dan Jangan Diam di Zona Nyaman
25 Mei 2018 : Resmikan Toko Tani Indonesia Center, Gubernur Pastika Yakin Harga Beras Bisa Lebih Murah
24 Mei 2018 : Gubernur Pastika Sambangi Bawaslu Berikan Klarifikasi
23 Mei 2018 : Seiring Peningkatan Fasilitas, Gubernur Pastika Harap SMA - SMK Bali Mandara Dengan Segudang Prestasinya Terus Tingkatkan Kualitas
23 Mei 2018 : Jelang Hari Raya Keagamaan, Disdagprin Prov Bali Gelar Sidak Pasar Swalayan
Cari berita :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 303 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


5514289

Pengunjung hari ini : 193
Total pengunjung : 673999

Hits hari ini : 1479
Total Hits : 5514289

Pengunjung Online: 8


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.