Selasa Pon,  23 Januari 2018 04:40 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

Januari, 2018
MSSR KJS
 123456
78910111213
14151617181920
2122 2324252627
28293031   

KRITIK DAN SARAN
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 
13 Desember 2017
  Gustu
  UMK 2018
 
03 Oktober 2017
  Johnk155
  iotriute
 
26 Juni 2017
  Inengah sujana
  Kesehatan
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
BERITA DETAIL
http://www.birohumas.baliprov.go.id/ - Jumat, 24 November 2017
Masyarakat Semakin Cerdas Sikapi Ancaman Bencana Erupsi Gunung Agung
Dibaca: 221 Pengunjung


Oleh : Biro Humas Setda Prov Bal

Fenomena keluarnya asap di kawah Gunung Agung (GA) beberapa hari lalu dengan volume lebih banyak, berwarna lebih pekat dan jangkauannya lebih tinggi dari hari biasanya termasuk kategori erupsi yang disebut erupsi freatik, namun fenomena tersebut tidak terlalu berbahaya karena sebelumnya sudah pernah terjadi walaupun tidak bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat karena volume, tingkat kepekatan dan tingginya awan lebih rendah. Fenomena tersebut diharapkan dapat dipahami dan dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak sampai menimbulkan pemikiran dan penafsiran berlebihan yang menyebabkan ketakutan. Demikian penegasan yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indra saat melakukan jumpa pers dengan para awak media yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi bali di ruang Media Centre Kantor Gubernur Bali, Jumat (24/11).

“Masyarakat awam baru mengenal istilah erupsi freatik, ini hal yang biasa, tidak terlalu membahayakan, hanya semburan asap tidak ada disertai material. Masyarakat yang mengalami perubahan vulkanik dalam rentan waktu agak lama selama ini tentu mengalami ketakutan, hingga ada sebagian masyarakat yang kembali mengungsi. Jadi mari kita bersama-sama pahami dan pelajari fenomena-fenomena yang dialami gunung berapi,” cetus Dewa Indra seraya menjelaskan ketakutan yang dialami para warga memiliki sisi positif bahwa masyarakat yang berlokasi diseputaran GA sudah waspada terhadap bahaya bencana yang bisa terjadi kapan saja. “Dengan adanya ketakutan seperti itu, sebenarnya ada indikasi masyarakat sudah mengerti ancaman bahaya yang ada disekelilingnya, mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Agung, selalu waspada dan siaga, ini terbukti masyarakat langsung melakukan evakuasi saat melihat ada kelainanan yang terjadi pada gunung,” imbuh Dewa Indra.

Lebih jauh, Ia menjelaskan kondisi vulkanik GA saat ini masih berlangsung, fenomena yang naik-turun dipengaruhi perubahan internal gunung. Untuk itu Ia berharap masyarakat tetap waspada dan siaga, mengingat satu hukum dari bencana yakni tidak ada yang pasti. “Jika kita sudah menyadari potensi yang bisa datang kapan saja tentu kita akan bisa menghindar, semakin siap berarti kita siap mengalami situasi terburuk,” ujarnya seraya menyatakan pemantauan aktivitas GA terus dilaksanakan selama 24 jam, begitupula tindakan antisipasi dan sosialisasi terus digalakkan kepada masyarakat.

Hal ini terbukti dengan terbentuknya relawan Pasemetonan Jaga Baya (Pasebaya) GA yang terdiri dari relawan desa-desa setempat dan para aparat Desa yang terus mendapatkan sosialisasi dari Satker Siaga Bencana, untuk selanjutnya informasi yang didapat diteruskan kepada masyarakat. “Latihan evakuasi terus dilakukan, para relawan dituntun untuk melakukan evakuasi mandiri, mereka yang akan mengarahkan jalur, daerah mengungsi yang dituju, maupun jumlah pengungsi. Semua unsur siap, tingkat kesiapan akan mempengaruhi tingkat resiko, dan pemerintah akan berusaha meminimalisir resiko yanbg terjadi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengajak semua pihak untuk menciptakan situasi yang kondusif dengan menyebarkan berita yang terpercaya. “Jangan menjadi pencipta berita yang tidak benar, karena berita yang kita sebarkan bisa menjadi pemahaman kondisi secara luas terutama di media sosial. Jika salah memberikan berita, tentu ditangkap salah oleh penerimanya. Oleh karena itu mari kita bekerjasama menciptakan suasana yang kondusif demi ketenangan masyarakat,” cetus Dewa Mahendra mengakhiri jumpa pers tersebut.


Dibaca: 221 Pengunjung


 
Berita Lainnya
22 Januari 2018 : Gubernur Pastika Apresiasi Terbentuknya PENA NTT
22 Januari 2018 : Buka Rembug DesaTahun 2018, Gubernur Pastika Ingatkan Program Pembangunan Desa Tidak Tumpang Tindih
22 Januari 2018 : PB3AS Jadi Salah Satu Media Sosialisasi Pemilukada 2018
19 Januari 2018 : Gubernur Pastika Lantik Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali
19 Januari 2018 : Perkuat Hubungan, Pastika Setuju Dilangsungkan Kerjasama Pemprov dengan Pemerintah Tiongkok untuk Perayaan Imlek
Cari berita :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 289 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


5002737

Pengunjung hari ini : 100
Total pengunjung : 588121

Hits hari ini : 559
Total Hits : 5002737

Pengunjung Online: 4


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.