Jumat Legi,  20 Juli 2018 01:26 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

Juli, 2018
MSSR KJS
1234567
891011121314
1516171819 2021
22232425262728
293031    

KRITIK DAN SARAN
21 April 2018
  iwayan budihartawan
  Penyaluran Bedah Rumah Yang Tepat
 
08 Februari 2018
  Alvin Perdana
  Pantai Kuta penuh sampah
 
01 Februari 2018
  I Gede Ardana
  Toilet di kantin ktr gubeenur bali
 
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
BERITA DETAIL
http://www.birohumas.baliprov.go.id/ - Minggu, 05 November 2017
Sudikerta Harapkan Umat Hindu Tetap Menjaga Tatanan Nilai Sosial Religus
Dibaca: 373 Pengunjung


Oleh : Biro Humas Setda Prov Bal

Dalam Era kemajuan IT dan globalisasi dewasa ini, umat Hindu dihadapkan pada suatu tantangan terutama pergeseran paradigma sosial, sehingga berdampak pula pada sikap dan cara pandang masyarakat dalam menghayati dan mengimpelementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dewa Mantra mengharapkan agar umat Hindu tetap menjaga dan sekaligus menyelaraskan perkembangan IT tersebut dengan kondisi dan tatanan nilai – nilai sosial yang saat ini telah terbangun dengan baik. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Upacara Nyusun Panca Datu di Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Jakarta Utara, Minggu (5/11).

“Berbagai pandangan mulai timbul dikalangan masyarakat kita terhadap tatanan nilai-nilai sosial religius yang dijiwai oleh agama Hindu. Dan paradigma pengembangan nilai-nilai sosial religius ini jangan sampai melemahkan tatanan nilai-nilai sosial religius  yang sudah ada, dan bahkan harapan saya bisa dapat diselaraskan,” tegas Sudikerta. Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, bertitik tolak dari hal tersebut, maka perlu adanya suatu rekonstruksi pemikiran yang membangun integritas diri untuk mewujudkan keharmonisan dan keselarasan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu ia mengingatkan agar seluruh umat selalu berpegang pada norma agama dan tatanan nilai-nilai religius demi penguatan Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Sehubungan dengan apa yang saya kemukakan ini, maka melalui pelaksanaan Upacara yadnya Besar ini kita mohon waranugraha Beliau agar kita senantiasa diberikan tuntunan serta perlindungan lahir bhatin sehinga dalam diri kita akan tumbuh suatu konsep pemikiran yang universal sehingga melahirkan suatu pandangan konsisten dan konsekuen dalam rangka menegakkan kemanusiaan, nilai-nilai spiritual, sekaligus nilai-nilai estetika,” imbuhnya. Sudikerta juga mengharapkan, pelaksanaan Upacara Yadnya ini juga dapat dijadikan ajang pembelajaran menempa diri dan membuka wawasan umat tentang konsep beryadnya, berbudaya dan beragama Hindu. “Lebih-lebih pada masa globalisasi ini yang penuh dengan tantangan sehingga kita harus banyak mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widi diantaranya melalui pemahaman akan sastra-sastra agama Hindu khususnya, sebagai tempat pengendalian diri dalam mencapai keseimbangan jasmani dan rohani, sekaligus dalam mengantisipasi dampak ncgatif dari era globalisasi ini,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Upacara Nyoman Gede Gustiana menyampaikan bahwa upacara tersebut dilaksanakan mengingat pura tersebut baru saja usai dipugar. Menurut Gustiana, secara geografis lokasi pura terletak di bawah permukaan laut. Sehingga perlu direnovasi lantaran umat Hindu se-Jabodetabek seringkali kebanjiran saat air pasang atau hujan turun. Pemugaran pura yang merupakan pura pertama di Jakarta tersebut sudah dimulai sejak tahun 2011 tersebut. Pemugarannya, ujar Gustiana meliputi peninggian pondasi bangunan dan renovasi beberapa bagian bangunan seperti padmasana, pangkurah, gedong sthana bethara siwa, piasa, bale pawedaan, melanting, bangunan prapajati, dana tembok penyengkernya.

Sebelum  upcara tersebut dimulai, Pura tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ditandai dengan penanda tanganan prasasti.


Dibaca: 373 Pengunjung


 
Berita Lainnya
19 Juli 2018 : Terima 30 Orang CPNS Kemendagri Lulusan IPDN, Sekda Dewa Indra Tekankan Jangan Bersikap Eksklusif
18 Juli 2018 : Gubernur Pastika : Perdalam Pemahaman Makna Upacara, Pertebal Sradha dan Bhakti Kehidupan Beragama Umat Hindu
18 Juli 2018 : KUNJUNGI SURABAYA, BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PROV. BALI MENGGANDENG AWAK MEDIA UNTUK MENGETAHUI PENGOLAHAN SAMPAH
17 Juli 2018 : Perlahan Penuhi Kuota Ideal, Kepala BPSDM Lantik Widyaiswara
17 Juli 2018 : Gubernur Pastika Ambil Sumpah 50 PNS di Lingkungan Pemprov Bali
Cari berita :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 307 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


5681650

Pengunjung hari ini : 64
Total pengunjung : 713633

Hits hari ini : 220
Total Hits : 5681650

Pengunjung Online: 7


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.