Senin Kliwon,  22 Oktober 2018 07:10 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

Oktober, 2018
MSSR KJS
 123456
78910111213
14151617181920
21 222324252627
28293031   

KRITIK DAN SARAN
21 April 2018
  iwayan budihartawan
  Penyaluran Bedah Rumah Yang Tepat
 
08 Februari 2018
  Alvin Perdana
  Pantai Kuta penuh sampah
 
01 Februari 2018
  I Gede Ardana
  Toilet di kantin ktr gubeenur bali
 
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
ARTIKEL DETAIL
http://www.birohumas.baliprov.go.id/ - Senin, 29 April 2013
Kreatifitas Pengelolaan Cash Flow, Hasilkan Tambahan PAD Provinsi 5,2 Miliar Rupiah
Dibaca: 2931 Pengunjung


Oleh : administrator

Kemampuan kreatif dalam mengelola keuangan daerah merupakan salah satu kunci sukses pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah yang sangat dibutuhkan untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan. Salah satu kemampuan itu adalah kemampuan mengelola aliran kas atau cash flow daerah dengan memanfaatkan dan mendayagunakan kas yang ada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) namun belum digunakan menjadi tambahan pendapatan dalam bentuk bunga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dan, itulah yang dilakukan Pemprov Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Made Mangku Pastika sehingga PAD Bali naik 5,2 miliar rupiah.
Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, Drs. I Ketut Teneng, SP, M.Si mengemukakan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah melakukan terobosan memanfaatkan dan mendayagunakan dana yang belum dicairkanitu menjadi simpanan deposito pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali atas nama Pemprov Bali. Dari deposito itu Pemprov mendapatkan bunga uang. Dan bunga uang deposito itu yang masuk kas daerah melalui pos penerimaan lain-lain yang sah pada tahun anggaran berikutnya sehingga ia menjadi tambahan PAD pada tahun berikutnya itu.
Teneng menjelaskan cukup banyak dana APBD Bali yang dapat dimanfaatkan dan didayagunakan untuk itu. Dana-dana tersebut adalah dana-dana yang berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) telah dialokasikan untuk membiayai kegiatan pembangunan yang waktu pencairannya melebihi jangka waktu deposito bank. Misalnya, sebuah kegiatan pembangunan infrastruktur dialokasikan anggaran Rp100 milyar untuk dicairkan pada bulan April. Sebelum bulan April, dana itu disimpan dalam bentuk simpanan deposito. Dengan demikian, Pemprov mendapatkan bunga selama tiga bulan, yakni bulan Januari, Pebruari dan Maret. Bunga deposito itulah yang menjadi sumber PAD baru.
Bunga deposito yang diperoleh Pemprov itu tidak masuk kantong pribadi pejabat pun tidak dialokasikan untuk membeli aset baru. Bunga deposito itu sepenuhnya masuk kembali ke kas daerah melalui pos pendapatan lain-lain yang sah pada tahun anggaran berikutnya. Atas dasar itulah sampai dengan April 2013 ini Pemprov Bali berhasil mendapatkan tambahan PAD sebesar Rp 5,2 miliar.
Sebelum Made Mangku Pastika menjadi Gubernur, dana seperti itu tidak disimpan dalam bentuk deposito tetapi dalam bentuk giro. Akibatnya bunga yang diperoleh Pemprov jauh lebih kecil daripada bunga deposito. Namun menyimpan dana dalam bentuk giro lebih luwes daripada dalam bentuk deposito karena dapat ditarik sewaktu-waktu jika dipandang perlu. Dengan deposito, penarikan tidak bisa lagi dilakukan sewaktu-waktu. Dana hanya bisa ditarik apabila jangka waktu depositonya habis. “Hanya jika perencanaan pembangunan dan perencanaan penggunaan dana disusun dengan baik halitu bisa dilakukan, “urai Teneng seraya mengutip sejumlah perencanaan dalam RKPD Bali 2010 - 2013 yang menyebabkan deposito itu dilakukan.
Aapakah dengan deposito itu tidak mempengaruhi kegiatan pembangunan Bali, dengan mantap Teneng mengatakan, tidak sama sekali. Tidak ada satupun kegiatan pembangunan yang terganggu ataupun dikurangi dengan deposito itu. Seluruh rencana kegiatan tetap bisa berjalan sesuai rencana. Hal itu disebabkan karena seluruh perencanaan telah disusun dengan ketat. Dana bantuan keuangan khusus (BKK) untuk kabupaten/kota juga tetap berjalan seperti biasa. Dana-dana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Bali seperti dana untuk program bedah rumah, dana JKBM, dana Simantri, dana Gerbang Sadu Mandara dan dana lainnya yang sejak awal dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengentaskan kemiskinan juga tetap jalan. Dana bantuan sosial, dana hibah untuk pemberdayaan desa pakraman, subak dan yang lainnya juga tetap berjalan sesuai rencana. Tidak ada gangguan sama sekali. Kegiatan administrasi pun berjalan biasa.
Semua itu dapat berjalan dengan baik, kata Teneng, karena semuanya dijalankan diatas ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perundang-undangan itu antara lain adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan agar Pemprov bersinergi dengan Pemkab/Pemkot diwilayahnya didalam menjalankan fungsi-fungsi umum pemerintahan, pun dengan pemerintah desa yang juga menjadi salah satu daerah otonom. Dengan kenyataan seperti itu, Teneng berkeyakinan, program Bali Mandara yang telah menjadi RPJMD Bali 2008 – 2013 tetap mampu membangun sinergi antara Pemprov dengan Pembak/Pemkot seluruh Bali serta sinergi antar Pemkab/Pemkot di Bali. Bahkan hingga ke tingkat pemerintah desa.


Dibaca: 2931 Pengunjung


 
artikel Lainnya
13 Juni 2017 : Agama Untuk Hidup
06 Mei 2017 : Obyek Wisata Sangeh, Tak lekang oleh Jaman
06 Mei 2017 : Legenda Pura Bukit Sari, Sangeh
27 April 2017 : Taman Ayun Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata Sejarah
21 April 2017 : Makna Nguncal Balung, dan Pantangan Lakukan Upacara Yadnya
Cari artikel :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 331 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


5930788

Pengunjung hari ini : 374
Total pengunjung : 730366

Hits hari ini : 2073
Total Hits : 5930788

Pengunjung Online: 23


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.